MUSLIMAH

Menuju Insan yang Shalihah

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

MUTIARA DAKWAH

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

3 Desember 2012

Penyesalan Seorang Wanita Karir


Sebuah surat kabar harian di Mesir, Al-Ahram, menerbitkan sebuah artikel berjudul “Para Dosen di Perguruan Tinggi Menyarankan Para Mahasiswi untuk Segera Menikah”, sebagaimana dikutip oleh ‘Umar Sulayman Al-Asqar dalam kitabnya Jaulah fi Riyadhil ‘Ulamaa’ wa Ahdaatsil Hayaah.

Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa pada minggu itu seorang dosen wanita di sebuah perguruan tinggi di Inggris berdiri di depan ratusan mahasiswa untuk menyampaikan pesan terakhir dalam rangka pengunduran dirinya dalam praktek belajar mengajar.

Dosen wanita itu berkata, “Inilah diri saya yang telah mencapai umur enam puluh tahun. Dalam usia ini saya telah mencapai tingkat yang paling tinggi. Saya selalu sukses. Jabatan saya selalu naik setiap tahun. Saya pun telah berhasil memberikan andil besar dalam masyarakat.

Setiap detik hari-hari saya, selalu mendatangkan keuntungan untuk diri saya. Saya telah mendapatkan popularitas dan materi yang sangat banyak. Saya telah mendapatkan kesempatan untuk berkeliling ke seluruh dunia. Tetapi sekarang, apakah saya bahagia setelah mendapatkan seluruh kesuksesan itu?

Kesibukan saya dalam belajar mengajar, keliling dunia, dan mencari popularitas, telah membuat saya lupa sebagai seorang wanita, untuk melakukan suatu hal yang lebih penting dari itu. Saya lupa untuk menikah, mempunyai anak, dan menikmati kehidupan dengan tenang.

Saya sama sekali tidak ingat itu semua, kecuali ketika saya hendak mengajukan permohonan pengunduran diri saya. Saat ini, saya merasa belum melakukan sesuatu apapun dalam hidup. Saya juga merasa bahwa seluruh usaha yang telah saya lakukan selama ini telah lenyap dengan sia-sia.

Saya akan mengundurkan diri, lalu setelah setahun atau dua tahun dari pengunduran diri saya ini, semua orang akan melupakan saya dengan kesibukan mereka masing-masing. Akan tetapi, jika saya menikah dan membangun keluarga yang besar, maka saya akan meninggalkan kesan yang indah dan melakukan suatu kebaikan dalam hidup ini.

Tugas seorang wanita adalah menikah dan membentuk suatu keluarga. Selain dari hal itu, usaha apapun yang dia lakukan tidak akan mempunyai nilai sedikit pun bagi kehidupannya. Saya ingin berpesan kepada seluruh mahasiswi agar meletakkan persoalan ini pada poin nomor satu.”

Wahai saudariku, ambillah pelajaran dari dosen wanita tersebut. Ia telah menjalani kehidupan ini. Ia telah mengecap puncak kesuksesan karirnya dan yang ia dapatkan bukanlah kebahagiaan. Maka, ambillah pelajaran ini sebelum engkau menyesal di kemudian hari.


0 komentar:

Posting Komentar

PROMO BUKU

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...