MUSLIMAH

Menuju Insan yang Shalihah

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

MUTIARA DAKWAH

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

25 Juli 2013

Download Kitab Shahih Bukhari


Kitab yang memiliki nama lengkap al-Jami' ash-Shahih al-Musnad Min Hadits Rasulillah صلى الله عليه وسلم wa Sunanihi wa Ayydmihi karya al-Imam al-Bukhari dikenal khalayak ramai dengan Shahih al-Bukhari. Kitab ini memiliki kedudukan tinggi dan penting serta memiliki kekhususan yang tidak dimiliki karya-karya tulis lainnya. Hampir sernua tempat yang tersentuh dakwah islam mesti di sana ada kitab Shahih al-Bukhari.

Kitab ini adalah pendorong penting umat islam untuk menggelari beliau رحمه الله dengan gelar Imam Muhadditsin dan Amirul Mukminin dalam hadits, Belum ada karya seorang ulamapun yang mendapatkan keutamaan dan sambutan seperti kitab Shahih al-Bukhari ini.

Syaikh Abdussalam al-Mubarakfiiri رحمه الله menyifati kitab ini dengan pernyataan beliau رحمه الله, "al-Jami' ash-Shahih adalah sebuah kitab yang seandainya kita berusaha menyusun sejarahnya dan menjelaskannya dari semua sisi, tentu akan membutuhkan berjilid-jilid kitab yang tebal. (Sirah al-Imam al-Bukhari hlm. 159).

Sedemikian tinggi dan pentingnya Shahih al-Bukhari ini sehingga al-'Allamah Ibnu Khaldun رحمه الله menyatakan, "Sungguh aku telah mendengar para guru kami -Rahimahumullahu- menyatakan, ' Syarah (penjelasan) kitab al-Bukhari adalah hutang yang ditanggung umat ini. (Muqaddimah ibnu Khaldun 3/1142 Dinukil dari Sirah al-Imam al-Bukhari, hlm. 159)

Ibnu Khaldun adalah seorang ahli sejarah abad ke-8 yang wafat diawal abad ke-9 dan menyelesaikan kitab Muqaddimahnya pada tahun 779 H. Beliau رحمه الله menyampaikan pernyataan ini sesuai dengan pengetahuan yang sampai padanya. Oleh karena itu Imam Abul Khair as-Sakhawi رحمه الله salah seorang murid imam ibnu Hajar رحمه الله ketika mengomentari kitab Fathul Bari Syarah Shahih al-Bukhari menyatakan, "Seandainya Ibnu Khaldun yang menyatakan bahwa Syarah Shahih al-Bukhari hingga sekarang adalah hutang yang ditanggung umat ini, membaca kitab ini tentu akan senang dan mengakui (hutang) itu sudah tertunaikan dan cukup" (at-Tabar al-Masbuk, hlm. 231. Lihat kitab Ibnu Hajar wa Dirasatuhu, karya DR. Syakir Muhammad Abdul Mun'im, hlm. 323)

Demikianlah kitab Shahih al-Bukhari ini mendapatkan sambutan dari umat Islam. Kitab ini sebelumnya telah dikritisi dan diteliti oleh para Ulama baik dimasa beliau masih hidup maupun setelah beliau رحمه الله wafat. Diantara Ulama yang mengkritisi hadits-hadits yang ada dalam Shahih al-Bukhari adalah al-Imam ad-Daraquthni رحمه الله dalam kitab at-Tatabbu' wal Ilzamat. Namun akhirnya umat islam menerimanya sebagai kitab paling Shahih setelah al-Qur'an.

Imam an-Nawawi رحمه الله mengungkapkan, "Para ulama -rahimahumullahu- telah sepakat menyatakan bahwa kitab yang paling Shahih setelah al-Qur'an adalah ash-Shahihain; [yakni] Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim. Ummat telah menerima keduanya dengan baik. Kitab Shahih al-Bukhari adalah yang tershahih dari keduanya dan lebih banyak mengandung faedah dan pengetahuan, baik yang nampak maupun masih samar. Memang benar bahwa Imam Muslim dahulu termasuk yang mengambil faedah dari al-Bukhari dan mengakui bahwa al-Bukhari tiada tandingannya dalam ilmu Hadits. Semua yang telah kami sampaikan berupa tarjih kitab Shahih al-Bukhari adalah madzhab terpilih yang menjadi pendapat mayoritas Ulama pakar dan ahli dalam masalah-masalah detail hadits. (al-Minhaj Syarh Shahih Muslim 1/14. Lihat Fiqhud Dakwah min Shahih al-Bukhari, 1/28)

Pernyataan Imam Nawawi رحمه الله ini sudah cukup untuk menunjukkan betapa tinggi dan penting kedudukan Shahih al-Bukhari.

Kedudukan ini selain karena izin dan anugrah dari Allah عزّوجلّ, juga tidak lepas dari sebab ketakwaan dan kehati-hatian beliau رحمه الله dalam memasukkan hadits-hadits ke dalam kitab ini. Beliau tidak memasukkan satu hadits kecuali setelah mandi dan shalat dua rakaat. Ini disampaikan Abul Haitsam al-Kasymihani setelah mendengar Muhammad bin Yusuf al-Farabri رحمه الله menyatakan, "al-Bukhari رحمه الله pernah menyatakan, 'Aku tidak meletakkan satu hadits dalam kitab as-Shahih kecuali aku mandi sebelumnya dan shalat dua rakaat. (Hadi as-Sari, Muqaddimah Fathul Bari, hlm. 489) 


DOWNLOAD KITAB (EBOOK) SHAHIH BUKHARI (*chm) 22,29 Mb
DOWNLOAD 

1 komentar:

terima kasih semoga bermanfaat dunia akhirat, pahala yang terus mengalir

Poskan Komentar

PROMO BUKU

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...